Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D
Cerita Seks Kenikmatan Perawan Cewek Hot Sekantor, Hasrat-Bispak02 Pаdа bulаn реrtаmа kеrjа selesai liburan lebaran аdа tеmаnku уаng bаru dimutаѕi di kаntоr, mulаnуа biаѕа-biаѕа ѕаjа, Nаmаnуа Aina, аdаlаh wаnitа kеturunаn tiоnghоа, mаtа ѕiрit, tinggi kurаng lеbih 165 сm, bеrаt 52kg, bibir ѕеnѕuаl, rаmаh, murаh ѕеnуum, ѕеnаng mеmаkаi rоk mini dаn ѕераtu hаk tinggi, kulit bеrѕih, rаmbut ѕеbаhu. Saya biаѕа реrgi mаkаn ѕiаng bеrѕаmа mаnаjеrnуа уаng jugа rеkаn ѕеkеrjаku.
Kеtikа mаkаn ѕiаng bеrѕаmа dеngаn kеndаrааnku mеnuju ѕаlаh ѕаtu rumаh mаkаn di dаеrаh Thаminr. Sааt mеmilih mеjа, аku lаngѕung mеnuju mеjа tарi аku аgаk tеrburu-buru аtаu ѕi Aina уаng tеrburu-buru ѕеhinggа tеrjаdi tаbrаkаn tаnра ѕеngаjа аntаrа аku dаn diа. Hidungnуа уаng tidаk bеgitu mаnсung mеnеmреl раdа hidungku. Badannуа tinggi bilа dibаnding wаnitа biаѕа kirа-kirа 173сm рluѕ ѕераtu, ѕоаlnуа badanku jugа ѕеkitаr itu, ѕесаrа rеflеk аku mеmеluknуа kаrеnа tаkut tеrjаtuh. Dаlаm dеkараnku tеrаѕа hаrum раrfum mаhаl уаng mеmbuаt dаrаhku bеrdеѕir mеngаlirkаn hаwа nаfѕu hinggа kе ubun-ubun.
Sеtеlаh mаkаn ѕiаng kаmiрun kеmbаli kе kаntоr dеngаn tidаk mеmbаwа hubungаn ѕеriuѕ ѕеtеlаh kесеlаkааn tаdi. Kirа-kirа ѕеtеngаh jаm аkаn bеrаkhir jаm kаntоr аku kontak diа lеwаt tеlероn buat mеngаjаk nоntоn dаn kеbеtulаn filmnуа bаguѕ ѕеkаli. Eh, tеrnуаtа diа ѕеtuju kаlаu nоntоnnуа hаnуа bеrduа ѕаjа, Saya turut dalam acara reality show di salah satunya tv swasta, Presenternya, Ines, amat seksi. saya napsu sekali memandangnya, Sepanjang show, bodynya yang bahenol terbungkus dengan tank hebat ketat serta jeans yang ketat.
Toketnya yang besar nampak begitu mencolok. Bokongnya yang besar terlihat begitu menggiurkan.Sebab tank topnya sepinggang, puser dan pinggangnya kerap tampak lantaran ia sangatlah aktif bergerak.
Acara itu merupakan acara cari pasangan. Di satu peluang, saya bercakap pada Ines : "Saya sich milih Ines saja dech bisa tidak. Dari mula kita bertemu, saya udah suka sama kamu Nes".
Cerita Seks Kenikmatan Perawan Cewek Hot Sekantor
"Kan Ines host nya, nggak tergolong dalam prempuan yang cari pasangannya. Mas bisa milih Ines, Sintia atau lainnya" "Gak ah, saya milih Ines saja yach". "Bila begitu kita omongin di luar acara saja ya mas, macem2 saja sang mas teh", tuturnya sekalian tersenyum. Saat hingga waktunya harus memastikan saya tidak pilih siapa-siapa saja
Ines cuma tersenyum saat saya mengatakan alasanku tak pilih, "Kan saya inginnya milih Ines namun tidak dapat". Usai acara yang digelar disalah satu resor di luar kota, saya nungguin Ines. Lama saya nunggunya, selanjutnya ia keluar dari resor, masih memanfaatkan busana seksinya. "Ines pulang ama siapa?", tanyaku.
"Sendiri mas, mas mo nganterin Ines pulang", ia memohon to the poin. "Bole sekali, tetapi pulangnya ke tempatku ya". "Mo ngapain pada tempat mas". "Saya mo bercakap ama Ines, belum bahagia ngobrolnya sich".
Belum senang ngobrolnya atau mo ngepuasin yang lain mas?", ujarnya nantangin. "Kalau saya meminta dipuasin yang lain, Ines mo muasin saya nggak", langsung kujawab, to the poin juga. "Dapat ditata", kata Ines sembari masuk ke mobilku. Diperjalanan pulang, kami bercakap ngalor ngidul, Ines benar-benar open.
Ia crita perjalanan sexnya dengan beberapa lelaki, terlebih yang bukan abg. Ia katakan telah satu bulan inilah nggak kencan ama lelaki. "Wah, jika getho kamu dah napsu sekali donk Nes. Saya kan telah tidak tergolong abg, jadi bisa donk turut dalam perjalanan Ines".
"Dapat ditata kok mas". Sepanjang perjalanan, saya mengelus pahanya, di luar jeans ketatnya tentulah. "Ih, sang mas, dah napsu sama Ines ya". "Kalau napsu sich dari barusan Nes". "Jika dah napsu maknanya dah ngaceng ya mas", tuturnya sekalian mengelus selangkanganku. "Ih, kayanya besar ya mas, keras kembali", ia mulai meremas selangkanganku. "Ines mo review lebih dulu, membuka saja ritsluitingnya".
Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D
Ia selekasnya turunkan ritsluiting celanaku dan tangannya masuk ke cd ku mengambil kontolku. "Ih besar sekali mas, panjang kembali. Ines belum sempat ngedapetin yang sebesar dan selama ini", ujarnya sekalian keluarkan kontolku. Lekas dikocak2nya batangnya. Lantas Ines menunduk serta mengemut kepala kontolku. "Nes, diisep ampe saya ngecret donk".
"Tempatnya sempit mas, Ines kocok saja yach. Nonok Ines jadi basah mas, dah ingin bungkusukan kontol besar mas", ia mulai mengocak kontolu keatas serta kebawah. Saya jadi melenguh kesenangan. "Masihlah jauh mas, tempatnya". "Tak kok Nes, secepatnya sampai", kataku sekalian memercepat pergerakannya kendaraanku.
Tidak lama setalah itu, sampai juga kami di rumah punya kantorku. Saya belum ngecret serta Ines mengakhiri sepongannya. "Mas, besar sekali tempat tinggalnya kaya kontol mas saja besar, mempunyai mas ya". "Bukan Nes, miliki kantor.
Ini mes kantor, buat tamu yang penting nginep. Saat ini kembali kosong, sehingga kita gunakan saja yach". Kami ketujuan sisi belakang rumah, ada kolam renang disitu. Tempatnya teduh lantaran banyak pohon-pohonan dan tertutup tembok tinggi maka dari itu tidak mungkin ada yang dapat ngintip Wajib4D.
Saya duduk didipan di pinggir kolam renang, Ines duduk disebelahku. Saya memegangnya. Kucium pipinya sekalian jariku membelai-belai sisi belakang telinganya. Matanya terpejam seakan nikmati usapan tanganku. Kupandangi parasnya yang manis, hidungnya yang mancung lalu bibirnya. Tidak kuat lama-kelamaan tunggu pada akhirnya saya mencium bibirnya. Kulumat mesra lalu kujulurkan lidahku.
Mulutnya terbuka perlahan-lahan terima lidahku. Lama saya permainkan lidahku di mulutnya. Lidahnya demikian agresif menyikapi permainan lidahku, hingga napas kami berdua jadi tidak teratur.
Sekejap kecupan kami berhenti untuk menarik napas, lalu kami mulai berpagutan kembali serta kembali. Kubelai pangkal lengannya yang terbuka. Kubuka telapak tanganku hingga jempolku dapat memperoleh permukaan dadanya sekalian membelai pangkal lengannya. Bibirku saat ini turun sapu lehernya bersamaan telapak tanganku mengantongi toketnya.
Kunjungi Juga : Pencuri Jackpot & Pemburu Hadiah
Ines mengulet seperti cacing kepanasan terserang terik mentari. Suara rintihan berulang-kali keluar mulutnya di waktu lidahku menjulur nikmati lehernya yang tingkatan. "Maas…." Ines menggenggam tanganku yang tengah meremas toketnya dengan penuh napsu.
Tidak untuk menghindar, lantaran ia biarkan tanganku mengelus serta meremas toketnya yang montok. "Nes, saya mau menyaksikan toketmu", ujarku sekalian menyeka sisi pucuk toketnya yang mencolok.
Ia menatapku. Ines selanjutnya buka tank luar biasa ketatnya di depanku. Saya terpikat memandang toketnya yang tertutup oleh BH warna hitam. Toketnya demikian membusung, menentang, dan turun naik bersamaan dengan desah napasnya yang mengincar. Sekalian tiduran Ines buka pengait BH-nya di punggungnya.
Punggungnya meliuk cantik. Saya menghentikan tangan Ines saat ia berusaha untuk turunkan tali BH-nya di atas bahunya. Malah dengan situasi BH-nya yang kendur lantaran tanpa pengait semacam itu membikin toketnya bertambah melawan. "Toketmu bagus, Nes", saya coba mengutarakan keelokan pada badannya. Perlahan-lahan saya menarik turun cup BH-nya.
Mata Ines terpejam. Perhatianku terpusat ke pentilnya yang mempunyai warna kecoklat-coklatan. Lingkarannya tidak demikian besar lagi ujungnya demikian lancip serta kaku. Kuusap pentilnya lalu kupilin dengan jariku. Ines mendesah. Mulutku turun mau cicipi toketnya. "Egkhh.." rintih Ines waktu mulutku melumat pentilnya.
Kupermainkan dengan lidah dan gigiku. Terkadang kugigit pentilnya lalu kuisap kuat-kuat maka membuat Ines menarik rambutku. Bahagia nikmati toket yang samping kiri, saya mencium toket Ines yang satunya yang belumlah sempat kunikmati. Rintihan-rintihan dan desahan keasyikan keluar mulut Ines. Sembari menciumi toket Ines, tanganku turun membelai perutnya yang datar, stop sesaat di pusarnya lalu perlahan-lahan turun mengelilingi lembah di bawah perut Ines.
Kubelai pahanya samping dalam terlebih dulu saat sebelum saya memutus untuk meraba nonok nya yang tertutup oleh celana jeans ketat yang dikenai Ines. Saya secara mendadak menyudahi pekerjaanku lalu berdiri dari sisi dipan.
Cerita Seks Kenikmatan Perawan Cewek Hot Sekantor
Ines termangu sementara melihatku, lalu matanya terpejam kembali sewaktu saya buka kancing jeans warna hitamnya. Saya tetap berdiri sekalian melihat badan Ines yang tergelimpang di dipan.
Menentang Kulitnya yang tidak begitu putih membuat mataku gak bosan menyaksikan. Perutnya demikian datar. Celana jeans ketat yang digunakannya tampak begitu kendur di pinggangnya tetapi pada sisi pinggulnya demikian cocok buat perlihatkan lekukan bokongnya yang prima. Bahagia melihat badan Ines, saya lalu membaringkan badanku di sebelahnya.
Kurapikan untaian rambut yang tutupi beberapa bagian dari permukaan paras serta leher Ines. Kubelai kembali toketnya. Kucium bibirnya sembari kumasukkan air liurku ke mulutnya. Ines menelannya.
Tanganku turun ke sisi perut lalu menerobos masuk lewat pinggang celana jeans Ines yang benar-benar lumayan kendur. Jariku bergerak tangkas menyeka serta membelai selangkangan Ines masih yang tertutup CDnya. jemari tengah tanganku membelai permukaan CDnya benar di atas nonok nya, basah.
Saya terus memainkan jemari tengahku untuk mengilik sisi yang amat individu badan Ines. Pinggul Ines perlahan-lahan mengarah ke kiri, ke kanan dan terkadang bergoyang untuk menetralkan kemelut yang dirasakannya. Saya memerintah Ines buat buka celana jeans yang digunakannya. Ines turunkan reitsliting celana jeansnya. CD hitam yang dikenainya demikian mini maka jembut keriting yang tumbuh di seputar nonok nya beberapa keluar tepi CDnya.
Saya menolong menarik turun celana jeans Ines. Pinggulnya cukup Inesikkan saat saya rada masalah menarik celana jeans Ines. Aku juga lepaskan pakeanku. Status kami saat ini sama tinggal memakai CD. Badannya kian seksi saja.
Pahanya demikian mulus. Seharusnya kuakui badannya demikian menarik serta memukau, banyak seks appeal. Kami berangkulan. Ia sentuh kontolku di luar CD ku. Ines turunkan CD ku. Langsung kontolku yang panjangnya kurang lebih 18 cm dan lumayan gendut dibelai serta digenggamnya.
Tournament Pencuri Jackpot Wajib4D
Belaiannya demikian oke mengisyaratkan Ines pun demikian pandai dalam masalah yang satu berikut. "Tangan kamu pandai ya, Nes,"´ ujarku sekalian melihat tangannya yang mengocak kontolku. "Ya, harus donk!" jawabannya sekalian cekikikan. Jari-jariku masuk dari samping CD langsung sentuh bukit nonok Ines yang telah basah. Telunjukku membelai-belai itilnya hingga Ines kenikmatan. "Diisep kembali Nes. Kan saat ini lebih lega" kataku. Ines ketawa sembari mencubit kontolku.
Saya meringis. ""Tidak muat di mulut Ines, barusan dimobil kan sekedar kepalanya yang masuk. Itu sudah ampir nggak muat. besar sekali sich kontolnya" usai berucap begitu Ines langsung ketawa kecil. "Bila yang di bawah, bagaimana, muat nggak?" tanyaku kembali sembari menusukkan jemari tengahku ke nonok nya.
Ines mengerang sekalian menggenggam tanganku. Jariku udah terbenam ke lubang nonok nya. Saya rasakan nonok nya berdenyut menjepit jariku. Ugh, pastilah sangatlah nikmat bila kontolku yang diurut, pikirku. Lekas CD nya kulepaskan.
Perlahan-lahan tanganku tangkap toketnya serta meremasnya kuat. Ines meringis. Disekanya halus kontolku yang telah keras sekali. Tangannya demikian inovatif mengocak kontolku maka dari itu saya terasa kenikmatan. Saya tak tinggal diam, tanganku membelai-belai toketnya yang montok.
Kupermainkan pentilnya dengan jariku, sementara tanganku yang satunya mulai meraba jembut lebat di kitaran nonok Ines. kuraba permukaan nonok Ines. Jemari tengahku memainkan itilnya yang telah mengeras.
kontolku saat ini siap tempur dalam pegangan tangan Ines, sementara nonok Ines sudah mulai keluarkan cairan kental yang kurasakan dari jari tanganku yang mengobok-obok nonok nya. Kupeluk badan Ines maka kontolku sentuh pusarnya.
Tanganku membelai punggung lalu turun meraba bokongnya yang montok. Ines membalasnya dekapanku dengan melingkarkan tangannya di bahuku. Ke-2 telapak tanganku mencapai bokong Ines, kuremas dengan sedikit rada kasar lalu saya naiki badannya.
BERSAMBUNG...